nah kalo tahlilan yang lain pada “La illahailallah..”
sayanya cuma “La illah.. La illah..”
bagi yg ngerti bahasa arabnya, itu maybe tahlilannya ateis.. -_-
—Oddi Steinhart, via Facebook
Catatan: “la illahailallah” kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia jadi “tiada tuhan selain allah”. kalau “la illah”? :))
Yoweri Museveni
Said after Gaddafi’s (that Libyan head of state) remark on Christianity, “Bible was human-forged!”. Though being a majority, the Ugandan Christians chose to forgive him. I wish the Muslims counterpart could be like this.
Additional notes: I’m not sure why several Muslims love to mutilate and claim other religions’ sacred texts (like Bible) as “false” while they don’t have proper knowledge on them (never read on them and being an ethnocentric bastard).
Yang patut disimak di sini adalah: bagaimana seorang sahabat Nabi pun memiliki keraguan, kerendahan hati, dan ketiadaan untuk bersikap self-righteous dalam imannya. Alih-alih meributkan dan berbicara panjang lebar tentang bagaimana ibadah orang lain, ia berintrospeksi, ”sudah pantas kah ibadah saya?”
Mengingat kisruh yang terjadi mengenai perbedaan hari lebaran, termasuk menyebarnya kabar bohong tentang kementerian agama, maka barangkali ada baiknya bila kita bertanya pada diri sendiri alih-alih masyuk mempertanyakan orang lain.
Selamat lebaran 1432 H.
Sad fact: this guy (Nawawi) died without ever having a wife.
I guess this quote explains the reason why.
Mas Narimo.
Saya sepakat. Seperti kata Ali bin Abu Thalib, “undzuur maa qoola, wa laa tandzur man qoola.”
Guru Agamanya mba Rizma Adlia.
Touche!
NEVER READ THE NEWS (or even, books)
This man does it.
Link: http://id.berita.yahoo.com/sejumlah-perusahaan-di-indonesia-terlibat-transaksi-suap-internasional-084923255.html

